Selasa, 04 Desember 2012

MISKONSEPSI FISIKA


Berikut beberapa bentuk-bentuk miskonsepsi fisika:
- Jika kecepatan nol maka percepatan juga akan nol
- Percepatan sama dengan kecepatan
- Benda yang berat akan lebih cepat jatuh dibandingkan dengan benda yang ringan
- Massa mempengaruhi percepatan benda yang jatuh bebas
- Arah gaya gesek sama dengan arah gerak benda
- Benda yang diam tak memiliki energi
- Momentum sama dengan gaya
- Energi merupakan gaya
- Rotasi sama dengan revolusi
- Semua plenet mengorbit dengan kecepatan yang sama
- Kalor dan suhu merupakan besaran yang sama
- Kulit bisa digunakan untuk mengukur suhu
- Pada ayunan sederhana massa mempengaruhi frekuensi ayunan
- Pada pegas, amplitudo mempengaruhi frekuensi pegas
- Bayangan ikan yang
dilihat dari atas lebih jauh dari jarak sesungguhnya
- Lensa cekung bisa mengumpulkan sinar
- Lensa cembung bisa menyebarkan sinar
- Gelombang memindahkan materi
- Gelombang tidak memiliki energi
- Kecepatan cahaya tidak bisa berubah
- Saat peristwa pemantulan cahaya frekuensi (warna) cahaya berubah
- Gaya listrik sama dengan gaya gravitasi
- Tegangan listrik merupakan energi
- Arus listrik sama dengan tegangan listrik
- Elektron bergerak cepat (mendekati kecepatan cahaya) di dalam rangkaian tertutup
- Konduktor tidak memiliki hambatan


Berikut beberapa bentuk-bentuk lain miskonsepsi fisika:

1. Gerak
Kebanyakan siswa secara spontan mengatakan bahwa sebuah benda yang massanya lebih besar jatuh lebih cepat daripada benda yang ringan pada peristiwa gerak jatuh bebas. Padahal, menurut prinsip fisika, kedua benda tersebut akan jatuh dengan percepatan yang sama dan waktu yang ditempuh hingga menyentuh lantai pun sama (bila tidak ada unsur lain yang mempengaruhi).


2. Vektor
Banyak siswa yang menjumlahkn vektor seperti menjumlahkan bilangan biasa tanpa memperhatikan sudut dan arahnya.

3. Gaya, Massa dan, Berat
Banyak siswa yang menganggap berat sama dengan massa, sehingga menuliskan satuan berat pun dengan kilogram.
Siswa juga beranggapan bahwa setiap gaya akan menyebabkan benda bergerak. Akibatnya, mereka
berpikiran bahwa jika tidak ada gerak sama sekali maka tidak ada gaya yang bekerja.
Misalnya, seseorang yang mendorong lemari yang sangat berat sehingga lemari tidak bergeser. Apakah berarti tidak ada gaya yang bekerja padanya?

4. Hukum Newton
Banyak siswa beranggapan bahwa, gaya aksi dan reaksi dalam hukum III Newton bekerja pada benda yang sama.
Banyak siswa yang memahami bahwa suatu benda yang diam di atas meja, tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut.
Banyak siswa yang berpendapat bahwa besarnya gaya gesekan hanya dipengaruhi oleh kekasaran permukaan itu. Tetapi sebenarnya ada unsur lain yang mempengaruhi, yaitu massa benda itu sendiri dan
gaya yang bekerja pada benda tersebut.

5. Kerja, Kekekalan Energi, dan Momentum
Banyak siswa yang berpendapat bahwa jika suatu benda diberi gaya, tetapi benda tersebut tetap diam dikatakan pada benda tersebut terjadi kerja (usaha).
Siswa sulit memahami mengapa jika seseorang mendorong mobil sekuat tenaga, bahkan sampai berkeringat, ia tidak melakukan kerja. Mereka berpikir, jika seseorang melakukan aktifitas dengan suatu energi, ia membuat suatu kerja.
Siswa juga sulit memahami bahwa pada benda yang diam tidak mempunyai energi. Padahal dalam fisika, ada energi potensial yang terjadi pada benda karena kedudukannya.
Banyak siswa SMA menganggap bahwa jika ada dua mobil yang bertumbukan, kedua
mobil akan berhenti karena kecepatan totalnya menjadi nol.

6. Mekanika Fluida
Banyak siswa beranggapan bahwa suatu benda tenggelam di air karena benda lebih berat daripada air.

7.Bidang Panas dan Termodinamika
Banyak siswa yang beranggapan bahwa suatu benda yang mempunyai suhu lebih tinggi akan selalu membutuhkan kalor/panas yang besar pula. Anggapan ini keliru, karena besarnya kalor yang dibutuhkan suatu benda, juga tergantung pada massa dan kapasitas kalor masing-masing benda.
Beberapa siswa beranggapan bahwa bila panas diberikan pada air yang mendidih dengan cepat, maka suhu air yang mendidih itu akan bertambah. Padahal yang benar adalah suhu tetap tidak naik sampai semuanya menjadi gas. Dengan kata lain, saat proses perubahan wujud, suhu tetap meski panas ditambah.
Siswa SD banyak yang kebingungan, pada saat mendidih kok suhunya tetap. Mereka
menganggap percobaan yang dilakukan ada kesalahan.
Beberapa siswa juga menyakini bahwa suhu es tidak dapat berubah.  Mereka berpendapat, bahwa suhu es akan selalu 0
0C.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar